Menghadapi hari yang kian tak menentu
Tak tahu bagaimana harus melaju
Berjalan melewati arus menderu
Yang mampu mengerus kalbu
Haruskah aku menjadi gila
Agar hidup tak merana
Sehingga tak lagi berbalut luka
Yang membawa duka dalam dada
Aku harus gila agar biar bertahan
Melawan kerasnya dunia yang melawan
Karena gila tak lagi berbeban
Walaupun sakit tetap tersenyum menawan
Tapi jangan jadi gila beneran
Karena bisa-bisa hidup diemperan
Meyusahkan orang dan tak memberi peran
Bagi dunia yang penuh pertengkaran
Jadilah gila yang berguna
Bagi nusa dan bangsa
Agar selalu ada asa
Yang membangkitkan gelora didada
Tuesday, July 29, 2008
Searah Jarum Jam
Waktu akan terus berjalan
Dan kita harus terus melangkah
karena itulah hukum alam
Walau pelan tetapi selalu pasti
Kadang kita selalu ingin melawan
walaupun sering pula kita kalah
tetapi terus saja mencoba menyelam
walaupun pada akhirnya tetap mati
Hidup berputar pelan
searah jarum jam terarah
berjalan seperti pagi sampai malam
dan tak mungkin berbalik dari malam sampai pagi
Dan kita harus terus melangkah
karena itulah hukum alam
Walau pelan tetapi selalu pasti
Kadang kita selalu ingin melawan
walaupun sering pula kita kalah
tetapi terus saja mencoba menyelam
walaupun pada akhirnya tetap mati
Hidup berputar pelan
searah jarum jam terarah
berjalan seperti pagi sampai malam
dan tak mungkin berbalik dari malam sampai pagi
Monday, July 28, 2008
Rahib dan Dirinya
Ada kisah yang mengungkapkan, seorang rahib hidup di padang gurun Mesir, yang begitu tersiksa oleh godaan, hingga ia tidak dapat tahan lebih lama lagi. Maka ia memutuskan meninggalkan pertapaannya dan pergi ke tempat lain.
Ketika ia mengenakan sandal utk melaksanakan niatnya, ia jugaa melihat rahib lain, tidak jauh dari tempatnya berdiri, yang juga mengenakan sandalnya.
"Siapa engkau itu?" ia bertanya kepada rahib asing itu.
"Aku ini engkau sendiri," jawabnya. "Jika karena aku, engkau meninggalkan tempatmu, baiklah engkau ketahui bahwa kemana pun engkau pergi, aku akan mengikuti engkau."
Pasien putus asa berkata kepada psikiater, "Ke mana pun aku pergi aku membawa diriku sendiri dan itu mencemari segala."
Apa yg engkau hindari - dan apa yg engkau dambakan - keduanya ada dalam dirimu.
Ketika ia mengenakan sandal utk melaksanakan niatnya, ia jugaa melihat rahib lain, tidak jauh dari tempatnya berdiri, yang juga mengenakan sandalnya.
"Siapa engkau itu?" ia bertanya kepada rahib asing itu.
"Aku ini engkau sendiri," jawabnya. "Jika karena aku, engkau meninggalkan tempatmu, baiklah engkau ketahui bahwa kemana pun engkau pergi, aku akan mengikuti engkau."
Pasien putus asa berkata kepada psikiater, "Ke mana pun aku pergi aku membawa diriku sendiri dan itu mencemari segala."
Apa yg engkau hindari - dan apa yg engkau dambakan - keduanya ada dalam dirimu.
Saturday, July 26, 2008
Keahlian Tuhan itu Mengampuni
Kebiasaan orang Katolik itu mengakukan dosanya kepada imam dan mendapatkan pelepasan darinya sebagai tanda pengampunan Tuhan. Nah, kerapkali lalu timbul bahaya, bahwa orang yang mengaku menganggap hal ini sebagai jaminan, tanda bukti yg akan melindungi mereka dari pembalasan Allah, dan dengan demikian lebih percaya pada pelepasan oleh imam daripada belaskasih Tuhan.
Perugini, seorang pelukis Italia dari Abad Pertengahan juga tergoda berbuat itu menjelang ajalnya. Ia memutuskan tidak mau mengaku jika, dalam ketakutan itu, ia hanya berusaha menyelamatkan jasadnya. Itu akan merupakan skrilegi dan hujatan kepada Tuhan.
Istrinya, yang tidak tahu apa-apa mengenai keadaan jiwa suaminya, bertanya kepadanya, apakah ia tidak takut mati tanpa pengakuan. Perugini menjawab : "Pandanglah itu demikian, bu : Keahlianku melukis dan aku menjadi ulung sebagai pelukis. Keahlian Tuhan itu mengampuni, dan jika Ia sungguh ahli yang baik, seperti aku ahli lukis yang baik, aku lalu tidak melihat alasan untuk takut."
Perugini, seorang pelukis Italia dari Abad Pertengahan juga tergoda berbuat itu menjelang ajalnya. Ia memutuskan tidak mau mengaku jika, dalam ketakutan itu, ia hanya berusaha menyelamatkan jasadnya. Itu akan merupakan skrilegi dan hujatan kepada Tuhan.
Istrinya, yang tidak tahu apa-apa mengenai keadaan jiwa suaminya, bertanya kepadanya, apakah ia tidak takut mati tanpa pengakuan. Perugini menjawab : "Pandanglah itu demikian, bu : Keahlianku melukis dan aku menjadi ulung sebagai pelukis. Keahlian Tuhan itu mengampuni, dan jika Ia sungguh ahli yang baik, seperti aku ahli lukis yang baik, aku lalu tidak melihat alasan untuk takut."
Friday, July 25, 2008
Semua bisa berubah
Jika semua tidak berubah
tidak tahu apa yang akan terlihat
mungkin seberkah kebinggungan dalam wajah
atau seberkas keagungan dalam saat
Jika semua adalah tetap
adakah kebanggaan bisa melekat
atau seberkas keraguan terlihat mantap
akan masa depan yang sama tetap dekat
Semua pasti berubah
walaupun sering kali berulah
karena semua adalah lemah
dan berproses dalam resah
pertanyaan muncul adalah
bukanlah bagaimana kita harus berubah
tetapi maukah kita untuk mengalah
menghancurkan angkuh dan menyerah
agar kita bisa diasah
berubah menjadi baik bukan hanya sekedar resah
Berubah adalah proses
yang berlanjur dan terus mengores
walau sakit sampai darah menetes
tetapi perlu agar kita mampu menoreh
segemgam asa yang selalu boleh
tertuang dan mencipta kerumanan nama tertoreh
tidak tahu apa yang akan terlihat
mungkin seberkah kebinggungan dalam wajah
atau seberkas keagungan dalam saat
Jika semua adalah tetap
adakah kebanggaan bisa melekat
atau seberkas keraguan terlihat mantap
akan masa depan yang sama tetap dekat
Semua pasti berubah
walaupun sering kali berulah
karena semua adalah lemah
dan berproses dalam resah
pertanyaan muncul adalah
bukanlah bagaimana kita harus berubah
tetapi maukah kita untuk mengalah
menghancurkan angkuh dan menyerah
agar kita bisa diasah
berubah menjadi baik bukan hanya sekedar resah
Berubah adalah proses
yang berlanjur dan terus mengores
walau sakit sampai darah menetes
tetapi perlu agar kita mampu menoreh
segemgam asa yang selalu boleh
tertuang dan mencipta kerumanan nama tertoreh
Thursday, July 24, 2008
Semua Punya Kelemahan

Tak ada gading yang tak retak
Itulah kata orang-orang bijak
Yang menunjukkan bahwa dimana kaki berpijak
Akan selalu ada salah dan lemah terletak
Begitupun diri kita
seberapa mampu kita berkata "aku sempurna"
Tanpa sadar telah menunjukkan seberapa lemah kita
Karena akan ada keangkuhan belaka
Seberapa berani kita berkata diri "benar"
Akan nyata ketidakrelaan kita untuk "tidak benar"
Walaupun itu hanyalah sebuah kelakar
Tetapi pasti nanti akan terus berakar
Kini saatnya kita harus mengaku
Kita lemah dan butuh untuk dibantu
Jangan pernah menjadi kaku
Bisa-bisa nanti hati membatu
Sadarlah bahwa kita semua pasti ada kurangnya
agar bisa terus mampu membawa asa untuk berkarya
menciptakan hari-hari esok yang berjaya
dan bahkan bisa semakin kaya
Wednesday, July 23, 2008
Cinta Terlarang

Setiap manusia sepertinya memang diciptakan untuk menentukan sebuah pilihan
pilihan yang terdiri dari banyak hal
Sehingga tak jarang sulit untuk menentukan
Ini pula yang melandasi pemikiran bahwa cinta tidak harus hanya satu
karena diperhadapkan pada pilihan cinta-cinta yang lain
Kalau kita kalah maka tentu saja kita tak akan memilih
bahkan kalau bisa harus semua dipilih
Sadar atau tidak kita telah menyalahi aturan penciptaan
Karena sebenarnya kita hanya diperhadapkan pada 2 pilihan saja
dan rasanya itu bukan hal yang sulit
pilihan itu hanyalah "ya" dan "tidak" pada sesuatu
dan ku pikir kalau kita sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak
pasti akan dengan mudah kita menentukan "ya" dan "tidak" itu
Tetepi kemudian,
kembali kepada kita
Apakah kita memang sengaja mempersulit diri dengan tidak mau memilih
atau kita memang rindu untuk membentuk hidup yang semakin indah
Up to You
Tuesday, July 22, 2008
Narada dan Semangkuk Susu
Orang bijaksana dari India, Narada, menaruh bakti kepada Dewa Hari. Demikian besar baktinya, hingga pada suatu hari ia tergoda untuk berpikir, bahwa di seluruh dunia tidak ada orang , yang mencintai Tuhan melebihi dia.
Tuhan membaca hatinya dan berkata: "Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam di sana. Hidup di sampingnya akan baik bagimu."
Narada pergi dan bertemu dengan seorang petani, yang pagi bangun, menyebut nama Hari hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, di mana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur di waktu malam ia mengucapkan nama Hari satu kali lagi. Narada berpikir : "Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan? Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi."
Lalu Tuhan berkata kepada Narada, "Isilah mangkuk dengan susu sampai penuh limpah dan berjalanlah keliling kota. Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga." Narada berbuat apa yg dikatakan.
"Berapa kali engkau ingat akan daku selama berjalan keliling kota?" tanya Tuhan.
"Tidak satukali pun Tuhan," kata Narada, "Bagaimana aku bisa, kalau Engkau menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu itu?"
Tuhan berkata: " Mangkuk itu menguasai pikiranmu hingga engkau lupa aku sama sekali. Tetapi lihat petani yg meskipun dibebani tugas menghidupi keluarga, ingat akan daku dua kali sehari?"
"Sebanyak apapun waktu yang kita pakai untuk apapun juga saat ini, jagan lupa untukmeluangkan waktu mengingat Dia yang telah memberi kita hari ini"
Tuhan membaca hatinya dan berkata: "Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam di sana. Hidup di sampingnya akan baik bagimu."
Narada pergi dan bertemu dengan seorang petani, yang pagi bangun, menyebut nama Hari hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, di mana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur di waktu malam ia mengucapkan nama Hari satu kali lagi. Narada berpikir : "Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan? Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi."
Lalu Tuhan berkata kepada Narada, "Isilah mangkuk dengan susu sampai penuh limpah dan berjalanlah keliling kota. Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga." Narada berbuat apa yg dikatakan.
"Berapa kali engkau ingat akan daku selama berjalan keliling kota?" tanya Tuhan.
"Tidak satukali pun Tuhan," kata Narada, "Bagaimana aku bisa, kalau Engkau menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu itu?"
Tuhan berkata: " Mangkuk itu menguasai pikiranmu hingga engkau lupa aku sama sekali. Tetapi lihat petani yg meskipun dibebani tugas menghidupi keluarga, ingat akan daku dua kali sehari?"
"Sebanyak apapun waktu yang kita pakai untuk apapun juga saat ini, jagan lupa untukmeluangkan waktu mengingat Dia yang telah memberi kita hari ini"
Menyesal
Seiring waktu ada yang berubah
Seiring jaman ada yang berbeda
dan semua seakan mempengaruhiku
Tetapi apakah kita harus kembali
Untuk bisa menikmati apa yang kita inginkan
dan menyesal telah berjalan terlalu jauh
Semua memang berubah
dan harus berubah
demikian juga kita
harus menyesuaikan diri menghadapi perubahan itu
tidak ada guna menyesal karena itupun tidak akan membantu kita
Yang terpenting adalah menghadapi hari dengan semangat membara
dan berkata "tak apalah semua terjadi, karena aku pasti bisa melaluinya"
Seiring jaman ada yang berbeda
dan semua seakan mempengaruhiku
Tetapi apakah kita harus kembali
Untuk bisa menikmati apa yang kita inginkan
dan menyesal telah berjalan terlalu jauh
Semua memang berubah
dan harus berubah
demikian juga kita
harus menyesuaikan diri menghadapi perubahan itu
tidak ada guna menyesal karena itupun tidak akan membantu kita
Yang terpenting adalah menghadapi hari dengan semangat membara
dan berkata "tak apalah semua terjadi, karena aku pasti bisa melaluinya"
Monday, July 21, 2008
Perjalanan

Ketika aku melangkah
Terbersit sebuah tanya didada
Benarkah langkahku ini?
Berhasilkah aku nanti?
Ketika aku berjalan
terlintas sebuah keraguan
Apa yang akan terjadi nanti?
Apakah jalanku bisa lancar-lancar saja?
Seringkali kita diperhadapkan pada pertanyaan yang tidak perlu
karena semua belum terjadi
kita masih belum berhadapan dengan masalah itu
karena semua masih berupa sebuah kemungkinan
Yang kita perlukan hanyalah sebuah keyakinan diri
bahwa semua pasti baik-baik saja
jika kita melakukan dengan sepenuh hati
dengan iman
dan dengan ketulusan
Kalaupun nanti harus berhadapan dengan sebuah masalah
itu urusan nanti tentunya.
Patung Budha yang terbakar
Pada suatu malamhari di musim salju yang dingin, seorang pertapa mencari tempat berteduh di sebuah kuil. Orang lelaki yang malang itu berdiri menggigil di tempat di mana serpih-serpih salju berjatuhan terus-menerus. Maka imam penjaga kuil itupun kontan berpikir bahwa orang ini mesti dipersilakan masuk, katanya, "Baiklah, anda dapat tinggal di tempat ini, tetapi hanya selama satu malam. Tempat ini adalah kuil, dan bukan penginapan. Besok pagi anda harus sudah pergi dari sini."
Pada malam hari yang pekat itu, imam mendengar suara aneh yang gemeretak. Ia bergegas menuju kuil dan melihat pemandangan yang sungguh tidak masuk akal. Orang asing tadi menghangatkan dirinya dengan perapian yang dibuatnya di dalam kuil. Sebuah patung Budha yang terbuat dari kayu hilang. Imam itupun bertanya, "Di mana patung itu ?"
Orang yang tersesat itupun menunjuk ke arah perapian, dan berkata, "Saya pikir keadaan dingin ini bisa membuat saya mati."
Imam itupun berteriak, "Apakah anda tidak punya otak ? Apakah anda tahu apa yang telah anda buat ? Itu kan patung sang Budha. Anda telah membakar sang Budha !"
Api pun sedikit demi sedikit mengecil. Petapa itu menatap perapian dan mulai mencongkel-congkelnya dengan tongkatnya.
"Apa yang anda buat sekarang?" teriak imam itu.
"Saya sedang mencari tulang-tulang sang Budha yang anda katakan tadi telah saya bakar."
Kemudian imam itu melaporkan kejadian itu kepada seorang guru Zen yang mengatakan, "Kamu semestinya pastas disebut imam yang jelek, sebab kamu lebih menghargai sebuah patung Budha yang mati daripada seorang manusia yang hidup."
Pada malam hari yang pekat itu, imam mendengar suara aneh yang gemeretak. Ia bergegas menuju kuil dan melihat pemandangan yang sungguh tidak masuk akal. Orang asing tadi menghangatkan dirinya dengan perapian yang dibuatnya di dalam kuil. Sebuah patung Budha yang terbuat dari kayu hilang. Imam itupun bertanya, "Di mana patung itu ?"
Orang yang tersesat itupun menunjuk ke arah perapian, dan berkata, "Saya pikir keadaan dingin ini bisa membuat saya mati."
Imam itupun berteriak, "Apakah anda tidak punya otak ? Apakah anda tahu apa yang telah anda buat ? Itu kan patung sang Budha. Anda telah membakar sang Budha !"
Api pun sedikit demi sedikit mengecil. Petapa itu menatap perapian dan mulai mencongkel-congkelnya dengan tongkatnya.
"Apa yang anda buat sekarang?" teriak imam itu.
"Saya sedang mencari tulang-tulang sang Budha yang anda katakan tadi telah saya bakar."
Kemudian imam itu melaporkan kejadian itu kepada seorang guru Zen yang mengatakan, "Kamu semestinya pastas disebut imam yang jelek, sebab kamu lebih menghargai sebuah patung Budha yang mati daripada seorang manusia yang hidup."
Saturday, July 19, 2008
Dewasa

Apa yang kita tahu tentang dewasa?
Ukuran apa yang kita pakai untuk menentukan dewasa dan tidak?
Pernahkah kita bertanya bagaimana kita mampu untuk dewasa?
Dewasa ternyata tidak tergantung pada usia Anda
Dewasa tidak tergantung pada berapa lama Anda berhasil menikmati dunia ini
Tetapi dewasa tergantung pada bagaimana Anda bisa menjalani hidup
menyingkapi segala permasalahan dan menentukan sikap pada pilihan-pilihan yang ada.
Dewasa menggantung diri pada sikap Anda untuk itu
dan sikap Anda akan terbentuk melalui perjalanan proses yang ada.
Jika Anda berumur dan mengatakan sudah dewasa tetapi bersikap seperti anak kecil
berani Anda mengatakan diri sebagai orang dewasa?
Friday, July 18, 2008
Guru dan Buaya
Seorang murid mencari guru, yang bisa menuntun dia ke jalan kesucian : ia datang di sebuah ashram dipimpin oleh seorang guru, yg kecuali mempunyai nama tenar karena suci, juga seorang penipu. Tetapi orang pencari itu tidak tahu akan hal ini.
"Sebelum aku menerima kamu sebagai muridku," kata guru, "Aku harus menguji ketaatanmu. Ada sungai mengalir di dekat ashram, dihuni banyak buaya. Aku mau kamu menyeberangi sungai ini melewati air."
Begitu besar percaya si murid muda ini, hingga ia tepat melakukan itu : Ia berjalan mengarungi air sambil berteriak, "Segala kehormatan kepada kuasa guruku !"
Guru heran, bahwa orang itu berjalan dari pantai ke pantai tidak terganggu.
Ini meyakinkan guru, bahwa ia lebih dari orang suci seperti yg ia gambarkan sendiri. Maka ia memutuskan memberi pertunjukkan kuasanya kepada para murid dan mengharumkan namanya sebagai orang suci. Ia masuk ke dalam sungai berseru, " Segala kehormatan bagiku ! Segala kehormatan bagiku !" Buaya-buaya segera menangkap dia dan memangsanya. -Taken from doa-sang-katak.blogspot.com-
"Sebelum aku menerima kamu sebagai muridku," kata guru, "Aku harus menguji ketaatanmu. Ada sungai mengalir di dekat ashram, dihuni banyak buaya. Aku mau kamu menyeberangi sungai ini melewati air."
Begitu besar percaya si murid muda ini, hingga ia tepat melakukan itu : Ia berjalan mengarungi air sambil berteriak, "Segala kehormatan kepada kuasa guruku !"
Guru heran, bahwa orang itu berjalan dari pantai ke pantai tidak terganggu.
Ini meyakinkan guru, bahwa ia lebih dari orang suci seperti yg ia gambarkan sendiri. Maka ia memutuskan memberi pertunjukkan kuasanya kepada para murid dan mengharumkan namanya sebagai orang suci. Ia masuk ke dalam sungai berseru, " Segala kehormatan bagiku ! Segala kehormatan bagiku !" Buaya-buaya segera menangkap dia dan memangsanya. -Taken from doa-sang-katak.blogspot.com-
Thursday, July 17, 2008
Masalah
Setiap orang jika ditanya apakah mau punya masalah
pasti tidak akan pernah ada yang mau menjawab dengan tegas "mau"
Karena setiap orang pasti ingin lepas dari masalah.
Masalah itu memusingkan,
masalah itu menjemukan
dan masalah itu bikin stress.
Tapi bagaimanapun juga, selama kita hidup kita tidak akan pernah lepas dari masalah
boleh dikatakan manusia yang tidak bermasalah pasti "tidak hidup"
Yang menjadi pokok perhatian kita bukanpada masalahnya
tetapi pada bagaimana kita menghadapi masalah itu
Ketika kita gagal mengarahkan hidup kita pada hal ini
seberapapun usaha kita kita akan gagal juga untuk mengatasi masalah itu
padahal hampir tiap hari pasti ada masalah baru yang harus kita selesaikan.
Kalau hari ini ndak selesai ditambah hari besok dan besoknya lagi
paling banter dalam beberapa bulan kita tinggal nama saja
Jangan fokus pada masalah,
seberapa besarnya masalah itu pasti ada jalan keluar
fokuslah pada bagaimana cara kita mengatasinya
dan tetap bijaksana menyingkapi segalanya
Segelap apapun ayang harus kita hadapi, jika kita fokus pada jalannya
pasti akan terlihat satu titik terang yang bisa kita lewati
Selamat bermasalah
pasti tidak akan pernah ada yang mau menjawab dengan tegas "mau"
Karena setiap orang pasti ingin lepas dari masalah.
Masalah itu memusingkan,
masalah itu menjemukan
dan masalah itu bikin stress.
Tapi bagaimanapun juga, selama kita hidup kita tidak akan pernah lepas dari masalah
boleh dikatakan manusia yang tidak bermasalah pasti "tidak hidup"
Yang menjadi pokok perhatian kita bukanpada masalahnya
tetapi pada bagaimana kita menghadapi masalah itu
Ketika kita gagal mengarahkan hidup kita pada hal ini
seberapapun usaha kita kita akan gagal juga untuk mengatasi masalah itu
padahal hampir tiap hari pasti ada masalah baru yang harus kita selesaikan.
Kalau hari ini ndak selesai ditambah hari besok dan besoknya lagi
paling banter dalam beberapa bulan kita tinggal nama saja
Jangan fokus pada masalah,
seberapa besarnya masalah itu pasti ada jalan keluar
fokuslah pada bagaimana cara kita mengatasinya
dan tetap bijaksana menyingkapi segalanya
Segelap apapun ayang harus kita hadapi, jika kita fokus pada jalannya
pasti akan terlihat satu titik terang yang bisa kita lewati
Selamat bermasalah
Wednesday, July 16, 2008
Kemana Aku Pergi
Sejatinya kemana perginya jiwa-jiwa kita nanti
Bukankah sebenarnya kembali kepada Sang Pencipta langit dan bumi
Pemilik Kehidupan ini
mengapa engkau bermuram diri
Bukankah seharusnya bahagia menyelimuti hati
Karena pada akhirnya kita bertemu denga Sang Ilahi
Bukankah sebenarnya kembali kepada Sang Pencipta langit dan bumi
Pemilik Kehidupan ini
mengapa engkau bermuram diri
Bukankah seharusnya bahagia menyelimuti hati
Karena pada akhirnya kita bertemu denga Sang Ilahi
Apa yang terjadi
Ketika asa mulai memuncak
Apa yang akan tampak
Ketika hasrat mulai muncul
Apa yang bisa timbul
Ketika naluri mulai hadir
Siapa yang sudi mampir
Tunjukkan, tunjukkan pada dunia
Bahwa apa yang ada adalah sesuatu yang indah belaka
Yang ditunjukkan dengan usaha
Mencapai hidup bahagia selamanya
Apa yang akan tampak
Ketika hasrat mulai muncul
Apa yang bisa timbul
Ketika naluri mulai hadir
Siapa yang sudi mampir
Tunjukkan, tunjukkan pada dunia
Bahwa apa yang ada adalah sesuatu yang indah belaka
Yang ditunjukkan dengan usaha
Mencapai hidup bahagia selamanya
Tuesday, July 15, 2008
Penyerahan Diri
Mulailah dengan mencari keheningan
Untuk ini, kembalilah kepada diri anda sendiri…..
Kembali pada saat sekarang ini……
Tanya pada diri anda: Dimanakah aku sekarang ini?
Aku berbuat apa?
Aku berpikir apa?
Aku merasa apa dalam tubuhku?
Bagaimana sifat pernafasanku?
Keheningan tidak dapat dicapai atau dicari secara langsung
Usahakan kesabaran-dan timbullah keheningan
Bila anda ingin berhubungan dengan TUHAN di dalam keheningan
Bayangkanlah anda menyerah, melepaskan diri,
setiap kali anda melepaskan nafas….
- setiap menghembuskan nafas……
merupakan cara anda berkata “ya” kepada TUHAN.
“Ya” kepada keadaan anda hari ini
“Ya” pada pribadi, yang dibentuk oleh TUHAN menjadi anda,
“Ya” pada pribadi, seperti berkembangnya sekarang ini
“Ya” pada seluruh masa silam anda…….
“Ya” pada apa yang masih menunggu anda dihari-hari nanti….
Lepaskanlah, setiap kali anda menghembuskan nafas
Dengan menyadari, nahwa semua akan menjadi baik adanya….
Biar semua kerisauan lenyap, dan biar damai datang mengganti,
Sebab di dalam tangan-Nya, di dalam kehendak-Nya, tersimpanlah damai kita
(Anthony de Mello, SJ – Sumber Air Hidup)
Untuk ini, kembalilah kepada diri anda sendiri…..
Kembali pada saat sekarang ini……
Tanya pada diri anda: Dimanakah aku sekarang ini?
Aku berbuat apa?
Aku berpikir apa?
Aku merasa apa dalam tubuhku?
Bagaimana sifat pernafasanku?
Keheningan tidak dapat dicapai atau dicari secara langsung
Usahakan kesabaran-dan timbullah keheningan
Bila anda ingin berhubungan dengan TUHAN di dalam keheningan
Bayangkanlah anda menyerah, melepaskan diri,
setiap kali anda melepaskan nafas….
- setiap menghembuskan nafas……
merupakan cara anda berkata “ya” kepada TUHAN.
“Ya” kepada keadaan anda hari ini
“Ya” pada pribadi, yang dibentuk oleh TUHAN menjadi anda,
“Ya” pada pribadi, seperti berkembangnya sekarang ini
“Ya” pada seluruh masa silam anda…….
“Ya” pada apa yang masih menunggu anda dihari-hari nanti….
Lepaskanlah, setiap kali anda menghembuskan nafas
Dengan menyadari, nahwa semua akan menjadi baik adanya….
Biar semua kerisauan lenyap, dan biar damai datang mengganti,
Sebab di dalam tangan-Nya, di dalam kehendak-Nya, tersimpanlah damai kita
(Anthony de Mello, SJ – Sumber Air Hidup)
Monday, July 14, 2008
Cerah
Bagai mentari, sinar hati menghangatkan jiwaku
Bagai rembulan, cahaya kasihku menerangi langkahku
Bagai pelangi,indah asaku mewarnai hari-hariku
Betapa indahnya hari ini
Cerah mewarisi hari
Membawa indahnya harapan baru
Untuk hari esok yang semakin indah
dan cerah sepanjang waktu
Bagai rembulan, cahaya kasihku menerangi langkahku
Bagai pelangi,indah asaku mewarnai hari-hariku
Betapa indahnya hari ini
Cerah mewarisi hari
Membawa indahnya harapan baru
Untuk hari esok yang semakin indah
dan cerah sepanjang waktu
Saturday, July 12, 2008
Anak Panah Keberhasilan
Orang-orang yang sukses tidak pernah melakukan kesalahan. Ini adalah salah satu kesalahpahaman terbesar mengenai keberhasilan.
Hidup itu seperti sebuah permainan anak panah. Semakin banyak anak panah yang Anda lempar, semakin besar kemungkinan Anda mengenai sasaran. Namun sebaliknya juga semakin besar kemungkinan Anda meleset dari sasaran. Oleh karena itu, semakin banyak anak panah yang Anda lemparkan, semakin bersar kemungkinan Anda untuk meraih sukses, tetapi pada saat yang sama, Anda juga, sesuai dengan logika, akan mengalami kegagalan lebih sering.
Perbaiki Fokus
Hidup memang seperti itu. Semakin banyak Anda berusaha, semakin besar kemungkinan akhirnya Anda menemukan sesuatu yang berguna. Semakin sedikit Anda bersusaha, semakin kecil Anda meraih sukses. Akan tetapi, Anda juga harus menyadari semakin banyak berusaha, semakin banyak pula “kegagalan” yang akan ditemui. Yang terjadi adalah sebagian besar yang Anda usahakan tidak akan berhasil! Tetapi jangan memfokuskan diri pada kegagalan-kegagalan itu!
Analogi lain. Bisakah Anda bayangkan seorang petinju yang bercita-cita menjadi juara dunia, tetapi takut terkena pukulan? Bisakah Anda bayangkan berapa kali ia terkena pukulan dalam setiap pertandingan, dan berapa banyak pertandingan yang harus ia jalani sebelum pada akhirnya ia menjadi juara tinju?
Anda tidak boleh berfokus pada berapa kali terkena pukulan. Anda harus berfokus pada bagaimana Anda bisa bertahan setelah terkena setiap pukulan dan mampu tetap bediri diatas kaki sendiri.Tiak boleh berfokus pada berapa kali Anda terhempas di kanvas, tetapi berfokuslah pada kemampuan Anda untuk bangkit setelah jatuh. Pertarungan hanya terhenti jika Anda gagal bangun.
Bangkitlah!
Jadi, tidak benar jika ada anggapan bahwa orang-orang sukses tidak pernah melakukan kesalahan! Seperti dijelaskan dimuka, mereka justru membuat lebih banyak kesalahan, terkena pukulan lebih sering, lebih banyak jatuh dibanding orang biasa. Tetai kekuatan dan pada akhirnya keberhasilan terletak pada kemampuan mereka untuk bangkit.
Jadi, jika Anda ingin menjadi juara dunia, keluarlah dari sudut ring Anda dan mulailah memukul, dan juga bersiaplah untuk terkena pukulan-pukulan. Jika Anda jatuh ekarang ini, bangunlah dan teruslah bertarung. Pertarungan belum usai kecuali Anda memilih untuk tetap di bawah.
Kesalahan adalah bagian dari keberhasilan. -James Gwee T.H., MBA-
Hidup itu seperti sebuah permainan anak panah. Semakin banyak anak panah yang Anda lempar, semakin besar kemungkinan Anda mengenai sasaran. Namun sebaliknya juga semakin besar kemungkinan Anda meleset dari sasaran. Oleh karena itu, semakin banyak anak panah yang Anda lemparkan, semakin bersar kemungkinan Anda untuk meraih sukses, tetapi pada saat yang sama, Anda juga, sesuai dengan logika, akan mengalami kegagalan lebih sering.
Perbaiki Fokus
Hidup memang seperti itu. Semakin banyak Anda berusaha, semakin besar kemungkinan akhirnya Anda menemukan sesuatu yang berguna. Semakin sedikit Anda bersusaha, semakin kecil Anda meraih sukses. Akan tetapi, Anda juga harus menyadari semakin banyak berusaha, semakin banyak pula “kegagalan” yang akan ditemui. Yang terjadi adalah sebagian besar yang Anda usahakan tidak akan berhasil! Tetapi jangan memfokuskan diri pada kegagalan-kegagalan itu!
Analogi lain. Bisakah Anda bayangkan seorang petinju yang bercita-cita menjadi juara dunia, tetapi takut terkena pukulan? Bisakah Anda bayangkan berapa kali ia terkena pukulan dalam setiap pertandingan, dan berapa banyak pertandingan yang harus ia jalani sebelum pada akhirnya ia menjadi juara tinju?
Anda tidak boleh berfokus pada berapa kali terkena pukulan. Anda harus berfokus pada bagaimana Anda bisa bertahan setelah terkena setiap pukulan dan mampu tetap bediri diatas kaki sendiri.Tiak boleh berfokus pada berapa kali Anda terhempas di kanvas, tetapi berfokuslah pada kemampuan Anda untuk bangkit setelah jatuh. Pertarungan hanya terhenti jika Anda gagal bangun.
Bangkitlah!
Jadi, tidak benar jika ada anggapan bahwa orang-orang sukses tidak pernah melakukan kesalahan! Seperti dijelaskan dimuka, mereka justru membuat lebih banyak kesalahan, terkena pukulan lebih sering, lebih banyak jatuh dibanding orang biasa. Tetai kekuatan dan pada akhirnya keberhasilan terletak pada kemampuan mereka untuk bangkit.
Jadi, jika Anda ingin menjadi juara dunia, keluarlah dari sudut ring Anda dan mulailah memukul, dan juga bersiaplah untuk terkena pukulan-pukulan. Jika Anda jatuh ekarang ini, bangunlah dan teruslah bertarung. Pertarungan belum usai kecuali Anda memilih untuk tetap di bawah.
Kesalahan adalah bagian dari keberhasilan. -James Gwee T.H., MBA-
Friday, July 11, 2008
4 Langkah
Ketika kamu mampu berkata bahwa aku pasti bisa
kamu sudah berani membuat satu keputusan untuk langkah pertama
Ketika semangat itu mampu kamu jalani
langkah kedua sudah kamu lakukan dengan berani
Ketika semua yang kamu jalani depat dilakukan dengan sepenuh hati
langkah ke empat sudah menanti pasti
Dan ketika sepenuh hati berani kamu landasi dengan kerinduan memberi yang terbaik
Kebahagiaan sejatimu sudah terangkat naik
kamu sudah berani membuat satu keputusan untuk langkah pertama
Ketika semangat itu mampu kamu jalani
langkah kedua sudah kamu lakukan dengan berani
Ketika semua yang kamu jalani depat dilakukan dengan sepenuh hati
langkah ke empat sudah menanti pasti
Dan ketika sepenuh hati berani kamu landasi dengan kerinduan memberi yang terbaik
Kebahagiaan sejatimu sudah terangkat naik
Thursday, July 10, 2008
Wednesday, July 9, 2008
Hal Terkecil
Hal kecil biasanya luput dari perhatian
dan banyak orang meremehkannya
Tapi tahukan kita bahwa segala yang besar dimulai dari hal terkecil
terkecil dari apa yang bisa kita lakukan
semua akan tergantung kita
bagaimana kita mengarahkan hidup ini
adalah dimulai dari hal terkecil yang membawa dampak terbesar
dan banyak orang meremehkannya
Tapi tahukan kita bahwa segala yang besar dimulai dari hal terkecil
terkecil dari apa yang bisa kita lakukan
semua akan tergantung kita
bagaimana kita mengarahkan hidup ini
adalah dimulai dari hal terkecil yang membawa dampak terbesar
Tuesday, July 8, 2008
Sia-sia
Harapku, hidup ini bisa berubah
harapku, aku juga bisa mengubah
Tetapi mengapa tak satupun mau mengalah
berusaha untuk menyatukan arah
Aku dan hidup ini mencoba bergumul
mencoba menyatukan hati mencari alur
yang bisa dipakai agar teratur
langkah pasti menuju timur
Tetapi,
tak satupun yang pasti
menjadi arah yang membawa hati
dalam perubahan jati diri
yang semakin pasti malah mati
Jika aku ikut hidup
aku bukan laku lagi yang berdegub
tetapi jika hidup ikut aku
mungkin tak lagi terbuka asa yang terkatub
Mungkinkah ini menjadi sia-sia?
harapku, aku juga bisa mengubah
Tetapi mengapa tak satupun mau mengalah
berusaha untuk menyatukan arah
Aku dan hidup ini mencoba bergumul
mencoba menyatukan hati mencari alur
yang bisa dipakai agar teratur
langkah pasti menuju timur
Tetapi,
tak satupun yang pasti
menjadi arah yang membawa hati
dalam perubahan jati diri
yang semakin pasti malah mati
Jika aku ikut hidup
aku bukan laku lagi yang berdegub
tetapi jika hidup ikut aku
mungkin tak lagi terbuka asa yang terkatub
Mungkinkah ini menjadi sia-sia?
Monday, July 7, 2008
Seandainya!!

Andai aku jadi burung
'kan ku terbang tinggi mengitari gunung
Andai aku jadi ikan
'kan ku arungi luasnya lautan
Andai aku jadi bunga
'kan ku sebar wanginya aroma
Andai aku jadi kumbang
'kan ku datangi sapa semua dengan tembang
Andai aku memiliki bumi
'kan ku kirim hangat dan teduhnya mentari
Andai aku memiliki langit
'kan ku beri hidupku untuk hilangkan jerit
Andai saja semuanya menjadi miliki
mungkinkan akan dapat kubagi selalu
bersama semua yang saat ini tak tersentuh
oleh belaian kasih dari lubuk kalbu
untuk menghilangkan segala pilu
Anda aku bisa jadi semua
dapatkan terjaga asa didada
untuk mengangkat semua yang putus asa
agas selalu menjadi sempurna
dalam sukacita dan segala asa
menuju masa depan yang bahagia
Sunday, July 6, 2008
Topeng Bertuah

Sebagai manusia normal sesungguhnya Joko kepingin hidup bahagia. Namun perilakunya yang kasar dan pemarah terkadang justru merugikan citra dirinya di mata orang lain. Ia sering dijauhi orang.
“Kalau ingin bahagia, kamu harus selalu berpikir dan bertindak yang menyenangkan. Untuk itu kamu perlu mengenakan topeng ini,” ujar seorang teman menasehatinya. Jangan bayangkan itu sebuah topeng tradisional dari kayu seperti dalam panggung pertunjukkan. Topeng itu terbuat dari bahan seperti kulit manusia, sehingga orang lain tidak menyadari. Itu lo seperti penyamaran di film-film Hollywood. Yang jelas, persis wajah Djoko, hanya dengan raut muka yang lebih ramah dan lembut.
Benarlah, sejak mengenakan topeng, hidup Djoko terasa lebih menyenangkan. Orang-orang yang bertemu dengannya selalu menunjukkan sikap ramah dan gembira. Padahal sebelumnya, jarang sekali orang tersenyum pada Djoko, biasanya mereka diam atau takut. Seiring berjalannya waktu, ia jadi mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Ia bisa menghargai orang lain dan menyenangkan mereka.
Namun demikian lama-kelamaan batinnya tersiksa, “Meski topeng ini sudah begitu banyak memperbaiki kehidupanku, tapi ini palsu. Ini bukan wajah asliku,” begitu pikirnya. Lantas ia memutuskan mengelupas topeng dan memperlihatkan jati diri sebenarnya, meski resikonya bisa ditinggalkan para sahabat.
Betapa terperanjatnya Joko di depan cermin ketika mendapati kerutan-kerutan di alisnya sudah halus. Guratan cemberut di wajahnya sebelum memakai topeng itu, hilang. Sementara lengkungan bibirnya menciptakan senyuman yang manis. Wajahnya kini persis seperti topeng yang baru saja dikelupas. “Luar biasa! Aku terlahir jadi orang baru.” Kabar gembira itu ia sampaikan kepada sang teman.
“Sesungguhnya inilah wajah aslimu. Topeng itu hanya mengingatkan kamu kembali,” begitu komentar temannya singkat.
Petuah klasik di atas rasanya masih selalu faktual meretas jaman. Tak keliru bila sastrawan sohor Inggris pemenang Nobel Kesusastraan 1923, William Butler Yeats, mengiyakan, ”Menurutku, kebahagiaan itu tergantung pada kekuatan kita dalam mengenakan topeng yang berbeda. Kegembiraan, kreativitas hidup adalah proses kelahiran kembali diri kita menjadi orang lain, yang tak memiliki memori, yang tercipta dalam sesaat dan terus menerus diperbaharui.”
Apakah kita perlu minta bantuan topeng kita yang asli? (Intisari Juli,2008)
Saturday, July 5, 2008
Kosong
Kosong berarti tidak ada isi
Kosong berarti tidak mempunyai arti
Kosong berarti tanpa hati
dan kosong berarti mati
Walaupun mungkin kosong bisa lebih mudah
karena kosong bisa dipakai untuk tengadah
meminta agar diberi sebagian berkah
walau terkadang kita harus mau menjadi orang yang kalah
Tapi kalau kita ingin punya arti
dan dianggap ada hati
yang bisa selalu memberi
jangan kosong yang kita miliki
Isilah dengan sesuatu yang memberi manfaat
walaupun hanya sekedar sesaat
tetapi mampu memberi tempat
bagi mereka yang merasa terangkat
Isilah dengan sesuatu yang baik
walaupun tak jarang selalu ditampik
bagi mereka yang telah menyeruak naik
diatas kesombongan merasa diri baik
Isilah,
isilah hidupmu semakin indah
Yang bisa selalu membawa berkah
bagi mereka yang selama ini tak terindah
Hari ini dan selamanya
jangan biarkan kosong menghamba
Jadilah diri yang terus membahana
membawa diri bukan hanya sekedar kata
Kosong berarti tidak mempunyai arti
Kosong berarti tanpa hati
dan kosong berarti mati
Walaupun mungkin kosong bisa lebih mudah
karena kosong bisa dipakai untuk tengadah
meminta agar diberi sebagian berkah
walau terkadang kita harus mau menjadi orang yang kalah
Tapi kalau kita ingin punya arti
dan dianggap ada hati
yang bisa selalu memberi
jangan kosong yang kita miliki
Isilah dengan sesuatu yang memberi manfaat
walaupun hanya sekedar sesaat
tetapi mampu memberi tempat
bagi mereka yang merasa terangkat
Isilah dengan sesuatu yang baik
walaupun tak jarang selalu ditampik
bagi mereka yang telah menyeruak naik
diatas kesombongan merasa diri baik
Isilah,
isilah hidupmu semakin indah
Yang bisa selalu membawa berkah
bagi mereka yang selama ini tak terindah
Hari ini dan selamanya
jangan biarkan kosong menghamba
Jadilah diri yang terus membahana
membawa diri bukan hanya sekedar kata
Friday, July 4, 2008
Kala Kau Tak Disisi

Sepi terasa dalam diri
tanpa ada yang menghibur hati
Hancur terasa batin
dihimpit pedih yang melilit batin
Akankah ini 'tuk selamanya
atau hanya 'tuk sementara
Buram hari datang silih berganti
semu asa silih berganti
Menyelimuti diri dalam peri
membawa semakin dalam dalam sepi
Apakah ini akan hilang
atau akan terus membayang
Andai saja
engkau selalu ada
terus ada dalam dada
mungkin ini tak perrnah terasa
Wednesday, July 2, 2008
Aku, Dia dan Mereka
Satu, itu lebih mudah
dua, agak mudah
tiga mungkin tidak lagi mudah
itu yang sering kita ungkapkan
karena bagi kita untuk menyatukan diri dengan orang lain
bukan hal yang mudah
karena kita tahu bahwa banyak hal yang berbeda
Sehingga paling sering kita selalu ingin sendiri
Tak mudah juga menerima orang lain dalam kehiduppan kita
terlebih-lebih bagi mereka yang tidak kita cinta
Tetapi apalah gunanya sendiri saja
karena banyak hal yang kita tidak bisa
Aku perlu dia
dan aku perlu mereka
demikian juga engkau dan dia
Banyak mungkin akan lebih menyenangkan
karena hidup jadi lebih beragam dalam keberbedaan
dua, agak mudah
tiga mungkin tidak lagi mudah
itu yang sering kita ungkapkan
karena bagi kita untuk menyatukan diri dengan orang lain
bukan hal yang mudah
karena kita tahu bahwa banyak hal yang berbeda
Sehingga paling sering kita selalu ingin sendiri
Tak mudah juga menerima orang lain dalam kehiduppan kita
terlebih-lebih bagi mereka yang tidak kita cinta
Tetapi apalah gunanya sendiri saja
karena banyak hal yang kita tidak bisa
Aku perlu dia
dan aku perlu mereka
demikian juga engkau dan dia
Banyak mungkin akan lebih menyenangkan
karena hidup jadi lebih beragam dalam keberbedaan
Tuesday, July 1, 2008
Bau Harum untuk Semua

Coba bayangkan...........
bagaimana rasanya
mencium bau harum bunga
bau harum makana lezat
dan bau harum berbagai rempah-rempah
Coba bayangkan juga..........
bagaimana rasanya mencium
bau busuk kotoran hewan
bau tidak sedap sampah
atau bau busuk mayat
mana yang akan kita pilih
mana yang kita suka
Bayangkan juga jika diminta menjadi
dua bau itu
mana yang kita inginkan
Apakah kita ingin menjadi bau busuk untuk sesama
atau bisakah kita menjadi bau harum untuk mereka
Tunjukkan itu kepada semua
melalui sikap, kata dan perbuatan kita
setiap saat, setiap hari, setiap bulan
Subscribe to:
Posts (Atom)

